DESA DUKUHPICUNG

KONDISI GEOGRAFIS

548 0

Kondisi Geografis Desa

Desa Dukuhpicung adalah desa agraris yang ada di wilayah Kabupaten Kuningan. Secara administratif, desa ini merupakan bagian dari wilayah Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Dalam hal ini, Desa Dukuhpicung merupakan 1 (satu) dari 16 (enam belas) desa yang ada dalam kesatuan wilayah Kecamatan Luragung. Desa yang hampir keseluruhan areanya bervariasi dengan topografi wilayah yang berupa dataran (plain) dan perbukitan (dengan lereng dan puncak bukit di sekitar Blok Mayung) ini, memiliki banyak sumber air yang berasal dari sejumlah aliran air sungai yang melewati pelbagai sisi bagian di keseluruhan wilayah desa. Sumber air yang dimaksud, yang paling pokok adalah Sungai Cisanggarung, yang dikenal di tengah masyarakat sebagai Sungai Cigede. Sehubungan dengan hal ini, Ci asal katanya dari kata cai yang artinya air dan gede berarti besar, jadi sejak dahulu kala masyarakat Dukuhpicung telah mengenal Cisanggarung sebagai sebuah aliran sungai yang memang memiliki sumber air yang besar dan melimpah untuk masyarakat.

Dengan lokasinya yang berada di dekat aliran sungai, beberapa titik desa di bagian tengah dapat dikategorikan sebagai delta sungai karena merupakan wilayah endapan aliran pinggir sungai. Daerah ini penting bagi kehidupan masyarakat Dukuhpicung karena delta sungai adalah tanah yang subur sehingga cocok untuk pertanian.

Dalam konteks administrasi desa, Kecamatan Luragung adalah wilayah administrasi yang terdiri dari 16 desa di mana keadaan seluruh desa yang ada di bawahnya menurut klasifikasi sudah menjadi desa swasembada. Keenambelas desa ini terbagi dalam 56 Dusun, 87 RW (Rukun Warga), dan 304 RT (Rukun Tetangga). Dalam konteks kewilayahan dusun, Desa Dukuhpicung adalah desa yang paling banyak memiliki jumlah Dusun, karena desa ini merupakan wilayah yang terdiri dari 6 Dusun (dengan 6 RW, dan 18 RT yang ada di dalamnya). Berbanding terbalik dengan Dukuhpicung, Desa Margasari tercatat sebagai desa yang tidak memiliki dusun karena daerah ini hanya memiliki 1 RW 6 RT di dalamnya (Badan Pusat Statistik Kabupaten Kuningan, 2016: 2). Meski demikian, dalam informasi terbaru yang didapatkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) Tahun 2020-2025, Desa Dukuhpicung ternyata hanya memiliki 5 dusun, yaitu: Dusun I (Blok Desa atau Dayeuh), Dusun II (Blok Dukuhwetan & Blok Kidul), Dusun III (Dukuhkulon), Dusun IV (Blok Mayung & Blok Karangsari), dan Dusun V (Blok Gandol). Kemungkinan data di kecamatan belum disinkronisasikan dengan data faktual yang ada di tengah masyarakat.

Secara geografis, Dukuhpicung terbelah oleh Sungai Cisanggarung karena wilayahnya berada di sempadan sungai itu dengan areal yang lebih kecil berada di bagian utara aliran Cisangarung. Bagian utara aliran itu merupakan dayeuh atau pusat desa karena kantor pemerintahan desa terletak di sana. Sementara di bagian selatan, terdapat dataran desa yang semakin meningkat dengan ketinggian yang semakin naik di sudut-sudut tertentu yang dikenal bersejarah karena memuat situs-situs makam yang diketahui sebagai leluhur desa. Letak geografis dalam konteks pemahaman ini adalah letak suatu daerah dilihat dari kenyataannya dilihat dari sudut atas bumi atau posisi daerah itu pada bola bumi dibandingkan dengan posisi daerah yang lain (Badan Pusat Statistik Kabupaten Kuningan, 2023: 3). Rata-rata ketinggian topografi di Dukuhpicung berdasarkan kondisi ketinggian di atas permukaan laut atau height in American Sign Language (ASL) adalah 135 mdpl (Badan Pusat Statistik Kabupaten Kuningan, 2024: 6), dengan dataran terendah yang berada di aliran Sungai Cisanggarung yang ketinggiannya berkisar di angka 90 mdpl dan lahan tertinggi desa berada di wilayah perbukitan yang ada di selatan desa yang letak ketinggiannya di sekitar angka 200 mdpl. Sebagai pengetahuan, topografi adalah keadaan muka bumi pada suatu kawasan atau daerah, dengan puncak yang merupakan bagian paling atas permukaan yang biasanya berada di perbukitan atau pegunungan, lereng yang merupakan bagian dari bukit atau gunung yang letaknya berada di antara puncak sampai lembah, dan lembah yang adalah daerah rendah di antara dua dataran tinggi atau daerah yang berkedudukan lebih rendah dibandingkan areal dataran yang berada di daerah sekitarnya.

Kondisi alamiah desa dapat juga dilihat dari letak astronomisnya yang mana hal itu dapat dipahami secara luas sebagai letak suatu tempat dilihat dari posisi garis lintang dan garis bujur. Garis lintang merupakan garis imajiner yang membentang horisontal melingkari bumi sedangkan garis bujur merupakan garis imajiner yang melingkari bumi secara vertikal (Badan Pusat Statistik Kabupaten Kuningan, 2023: 10). Secara astronomis, Desa Dukuhpicung terletak di 7° 02’ 35’’ Lintang Selatan (Latitude) dan 108° 37’ 43’’ Bujur Timur (Longitude) (Badan Pusat Statistik Kabupaten Kuningan, 2024: 10). Dengan kata lain, desa ini berada di sisi selatan garis khatulistiwa (garis ekuator atau garis khayal lintang 0 derajat yang membagi Bumi menjadi belahan bumi bagian utara dan selatan) dan berada di bagian timur dari titik garis bujur utama atau bujur 0° yang ditandai dengan titik yang melalui Kota Greenwich, Inggris. Dalam hal ini, garis bujur yang berada di sebelah timur Greenwich disebut Bujur Timur (BT), yang mana Dukuhpicung merupakan salah satu desa yang ada di dalam bagian ini. Keletakannya di bagian bumi tersebut turut berpengaruh pada iklim dan pembagian waktu di wilayah tersebut, yang secara nyata dapat dilihat dalam wujud iklim tropis, curah hujan dan kelembaban udara yang tinggi, penampakan sinar matahari yang begitu konsisten sepanjang tahun, kehadiran hutan hujan tropis yang ukurannya luas, dan kepemilikan atas musim hujan serta musim kemarau yang sangat khas bagi wilayah tropis. Penempatan Desa Dukuhpicung dalam pembagian waktu di bagian Waktu Indonesia Barat (WIB) juga sangat dipengaruhi oleh kedudukan desa di dalam garis khayal lintang dan bujur tersebut. 

Dukuhpicung adalah desa yang cukup terbuka dan berjarak tidak terlalu jauh dari pusat administrasi wilayah, terutama kota kecamatan. Dalam hal ini, Dukuhpicung terletak sekitar kurang dari 4 Kilometer di arah selatan pusat atau ibukota kecamatan Luragung (village distance to the Subdistrict Capital), dan dengan jarak yang tidak terlalu jauh tersebut membuat interaksi sosial di antara masyarakat yang menetap di wilayah Dukuhpicung dan Luragung terbilang menjadi lebih intens. Pun dengan jaraknya menuju ibukota kabupaten (village distance to the Regency Capital), Dukuhpicung terbilang sebagai desa yang posisinya tidak terlalu jauh dari pusat administrasi wilayah, karena hanya dipisahkan jarak sejauh 18 kilometer saja. Meski demikian, letak desa ini dari pusat ibukota provinsi (village distance to the Province Capital) terbilang jauh karena rentang jaraknya terentang sampai 253 kilometer (Badan Pusat Statistik Kabupaten Kuningan, 2022: 10). Menariknya, dalam data terbaru, BPS menyatakan jarak Dukuhpicung ke ibukota kabupaten menjadi lebih jauh karena berada di angka 21 kilometer (Badan Pusat Statistik Kabupaten Kuningan, 2024: 9). Mungkin hal itu berkaitan dengan rencana pemerintah daerah yang akan memindahkan perangkat dinas dan daerahnya ke Lokasi yang baru di dekat jalan baru bagian barat. Adapun kondisi desa yang berjarak relatif dekat dengan kota kecamatan dan tidak terlalu jauh dari pusat kabupaten membuat masyarakat yang tinggal di Desa Dukuhpicung lebih mudah dalam melakukan pengurusan keperluan administrasi dan hal-hal lain karena kedekatan wilayahnya dengan pusat daerah.


Iklim yang terdapat di Desa Dukuhpicung adalah iklim tropis, yang sama dengan kondisi iklim yang ada di desa-desa lain di wilayah Kabupaten Kuningan dan bahkan di wilayah Indonesia. Dengan keadaan iklim yang demikian itu, Dukuhpicung menjadi desa yang mempunyai iklim kemarau dan penghujan, dua musim yang umumnya terdapat di wilayah tropis. Tentu kondisi iklim dan musim sangat berpengaruh terhadap masyarakat karena hal itu berdampak secara langsung terhadap pola tanam warga yang mengurus dan mengelola lahan pertanian di sana. Bagaimanapun, sebagian besar lahan pertanian di Dukuhpicung adalah lahan sawah yang berpetak-petak dan memiliki batas berupa pematang (galeng), saluran untuk menahan/menyalurkan air, yang biasanya ditanami padi sawah tanpa memandang dari mana diperolehnya atau status lahan tersebut. Lahan pertanian ini memiliki sumber pengairan yang berasal dari tadah hujan, di samping pengairan yang bersumber pada aliran irigasi dan sungai desa. Oleh karena kondisi tersebut, maka pengetahuan tentang musim menjadi hal yang penting dalam upaya pertanian penduduk Dukuhpicung.

0 Komentar

Kirim Komentar

PEMERINTAH Desa DUKUHPICUNG

Blok Desa RT. 004 RW. 002 Desa Dukuhpicung Kec. Luragung Kab. Kuningan

[email protected]

Ikuti Kami

© Pemerintah Desa Dukuhpicung. All Rights Reserved. Powered by easydes.id

Design by HTML Codex

Hubungi kami